AKSI SPBE #3 - SOSIALISASI PERMENPANRB NO. 5 TAHUN 2020 TENTANG MANAJEMEN RISIKO SPBE

AKSI SPBE #3 - SOSIALISASI PERMENPANRB NO. 5 TAHUN 2020 TENTANG MANAJEMEN RISIKO SPBE

Pada AKSI SPBE kali ini, kita akan sama-sama mempelajari dan berdiskusi terkait penanganan risiko SPBE, penerapan tata kelola manajemen risiko SPBE, dan best-practice penerapan manajemen risiko di Kementerian Keuangan. Penerapan Manajemen Risiko SPBE bertujuan untuk memberikan dasar yang kuat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan, meningkatkan optimalisasi pemanfaatan sumber daya SPBE, meningkatkan kepatuhan kepada peraturan dalam penerapan SPBE, dan menciptakan budaya sadar Risiko SPBE bagi pegawai ASN. Agar Manajemen Risiko SPBE dapat diimplementasikan dengan baik, diperlukan tata kelola Manajemen Risiko SPBE yang bersifat dinamis dalam merespon perubahan lingkungan internal dan eksternal instansi pemerintah. Tata kelola Manajemen Risiko SPBE merupakan mekanisme untuk mengatur tugas-tugas dan memastikan akuntabilitas pelaksanaan Manajemen Risiko SPBE di Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah.

Efektifitas tata kelola Manajemen Risiko SPBE sangat tergantung pada struktur Manajemen Risiko SPBE yang dibangun secara ex-officio, pelaksanaan tugas dari setiap pemangku kepentingan pada struktur tersebut, dan pelaksanaan budaya sadar risiko SPBE. Kolaborasi yang kuat di antara pemangku kepentingan merupakan kunci sukses pelaksanaan Manajemen Risiko SPBE. Tidak hanya unit kerja yang memiliki fungsi pengelolaan TIK, tetapi juga semua unit kerja yang terkait dengan pemanfaatan layanan SPBE hendaknya menerapkan Manajemen Risiko SPBE. Termasuk pula perlu dilakukan kolaborasi dengan Inspektorat yang memiliki peran penting untuk melakukan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan Manajemen Risiko SPBE.

TUJUAN

1. Mengenalkan pedoman manajemen risiko SPBE sebagai panduan dalam melaksanakan manajemen risiko di instansi pusat dan pemerintah daerah.
2. Meningkatkan penyajian informasi Risiko SPBE yang memadai, optimalisasi pemanfaatan sumber daya SPBE, kepatuhan, dan budaya sadar risiko SPBE di Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah dalam penerapan SPBE.

UNIT KERJA YANG BERPARTISIPASI

1. Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana, Kementerian PANRB.

2. Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik, Kementerian PANRB

3. Biro Manajemen Kinerja Organisasi dan Kerjasama, Kementerian PANRB

4. Telkom University

TEMA KEGIATAN

Tema kegiatan yang diangkat merupakan Pelaksanaan Manajemen Risiko SPBE di Instansi Pusat dan Pemerintah daerah, dengan lingkup pembahasan yang mencakup Penanganan Risiko SPBE, Tata Kelola Manajemen Risiko SPBE, dan Budaya Risiko SPBE

WAKTU PELAKSANAAN
  • Hari :Rabu, 20 Mei 2020
  • Waktu : 09.00 WIB
  • Tempat : Video Conference, Live Streaming
PENANGGUNG JAWAB KEGIATAN

Penanggung jawab kegiatan ini adalah pimpinan unit kerja eselon 2 pada Asisten Deputi Perumusan Kebijakan dan Koordinasi Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.

DOKUMEN KEGIATAN

Dokumen Kegiatan AKSI SPBE #3 dapat diunduh pada halaman Dokumen SPBE dengan mencari keyword ‘AKSI SPBE #3’ ataupun dapat diunduh juga di website menpan.go.id pada tautan berikut ini.

VIDEO TAYANGAN