Apa Yang Terjadi Pada Pemerintahan dan Masyarakat Pada Saat Pandemi?

Apa Yang Terjadi Pada Pemerintahan dan Masyarakat Pada Saat Pandemi?

Pandemi Covid-19 menyebar dengan cepat dari China ke seluruh dunia. Indonesia, sebagai salah satu negara dengan populasi dan salah satu tujuan wisata terbesar, tidak terbebas dari dampak ini. Merespon hal tersebut, Pemerintah Republik Indonesia menyatakan kondisi ini sebagai bencana nasional pada 14 Maret 2020. Sejumlah Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Daerah merespon cepat himbauan ini untuk meminimalisir penyebaran yang semakin masif.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menggelar konferensi pers mengeluarkan Surat Edaran Menteri PANRB No.19 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara dalam Upaya Pencegahan Covid-19 di Lingkungan Instansi Pemerintah yang kemudian diperbaharui dengan Surat Edaran Menteri PANRB No. 34 Tahun 2020, yang menghimbau agar seluruh ASN dapat bekerja dari rumah/tempat tinggal masing-masing (work from home). Selain work from home, pada konferensi pers tersebut, pemerintah juga menghimbau, agar ASN di seluruh Indonesia tidak ada yang mudik atau melakukan perjalanan keluar daerah. Pemerintah juga menyiapkan sanksi bagi ASN yang melanggar sesuai dengan aturan disiplin.

Sebagai salah satu episenter penyebaran Covid-19, Pemerintah DKI Jakarta juga merespon hal ini dengan berbagai upaya. Sejumlah kebijakan diambil untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 semakin meluas, dari pembatasan kegiatan keramaian, pembatasan pertemuan peribadatan hingga pembatasan transportasi. Sebagian besar perusahaan di DKI Jakarta juga dihimbau untuk dapat mempekerjakan karyawannya di rumah atau work from home. Sejalan dengan anjuran Presiden Republik Indonesia, sejumlah Pemerintah Daerah di sebagian wilayah Indonesia juga mengimplementasikan hal yang serupa.

Kebijakan ini membatasi kegiatan untuk bersekolah dan bekerja. Kegiatan akademis dengan pertemuan langsung di lembaga pendidikan dinonaktifkan dan beralih ke pengajaran jarak jauh, akses ke layanan hiburan terbatas, pembatasan aktifitas peribadatan, penutupan tempat wisata dan, yang terbaru, pembatasan kedatangan dari sejumlah negara juga dilakukan. Dalam kebanyakan kasus ketika seluruh negara disarankan untuk tetap di dalam rumah dan menghindari kontak dengan orang lain, skenario seperti itu juga akan sangat membatasi akses ke layanan vital atau sepenuhnya menghentikan segala fungsi normal.

Dukungan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Menjadi Penting

Memiliki Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dan jaringan digital yang mapan dapat membantu dengan cepat dan fleksibel mengatur kembali kerja dan pendidikan yang harus dilakukan dari jarak jauh. Sebagai contoh, sekolah dan universitas telah beralih ke pengajaran jarak jauh, namun, hal ini harus didukung juga oleh materi pembelajaran digital yang harus disediakan.

Pemerintah dapat mengandalkan e-office tanpa kertas untuk terus bekerja online, menggunakan akun elektronik mereka untuk membuat dokumen, persetujuan dokumen, membuat laporan dan berbagai keperluan administrasi lainnya. Pertemuan-pertemuan yang biasanya dilakukan secara fisik di kantor dapat ditukar dengan pertemuan online melalui virtual meeting dengan layanan video conference sehingga pelayanan pemerintahan dan publik tidak terhenti. Demikian pula, berkat akun elektronik yang telah dikombinasikan dengan layanan seperti e-Pajak atau perbankan online, kegiatan berbisnis juga tidak perlu berhenti.

Layanan digital dalam hal diseminasi informasi mengenai penanganan covid-19 juga sangat penting di saat-saat seperti ini. Dalam masa kebingungan dan darurat seperti ini, masyarakat dalam masa karantina harus bisa mengakses informasi-informasi yang valid yang datang dari badan/lembaga yang resmi. Sejumlah upaya telah dilakukan merespon hal ini salah satunya adalah dengan membangun website https://www.covid19.go.id/ sebagai sumber informasi resmi  penanggulangan  virus corona yang kini menjadi pandemi global COVID-19. Situs ini ditujukan sebagai rujukan resmi untuk informasi satu pintu mengenai virus corona dan bagaimana mengendalikannya.

Situs www.covid19.go.id memuat pesan tentang 3 langkah penting  untuk dilakukan masyarakat yaitu Cara Mengurangi Risiko Penularan, Cari Informasi Yang Benar dan Apa Yang Perlu Dilakukan bila Sakit. Data statistik mengenai jumlah kasus positif COVID-19 diperbarui secara real-time dan diharapkan menjadi acuan untuk berbagai pihak, terutama rekan-rekan media dalam pemberitaan mereka. Ada pula Hoax Buster yang bisa digunakan sebagai acuan untuk menentukan apakah sebuah informasi tentang COVID-19 merupakan berita benar atau hoax serta materi edukasi yang berisi mengenai berbagai materi edukasi publik tentang penanggulangan Covid-19.

Pemerintah Pusat, melalui Kantor Staf Presiden (KSP) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meluncurkan aplikasi bernama 10 Rumah Aman. Aplikasi itu dibuat untuk membantu masyarakat memeriksa suhu tubuh di tengah wabah virus Corona (COVID-19). aplikasi itu sejalan dengan narasi pemerintah soal pencegahan virus Corona. Aplikasi tersebut merefleksikan narasi tunggal pemerintah, tentang apa saja yang dilakukan warga masyarakat ketika tinggal tetap di rumah dalam menghadapi COVID-19 dan informasi tentang COVID-19 agar masyarakat tidak panik dan memastikan rumah sekitar tetap aman.

Dilakukan juga oleh sejumlah Pemerintah Daerah di Indonesia

Seiring merebaknya virus Covid-19, beberapa langkah antisipasi juga dilakukan oleh sejumah Pemerintah Daerah di Indonesia. Penanggulangan COVID-19 di sejumlah daerah, sejalan dengan instruksi maupun arahan pemerintah pusat, seperti tes masif, penerapan physical distancing, dan pembentukan gugus tugas. Hal ini tentu saja didukung dengan inovasi pemanfaatan teknologi.

Sejumlah provinsi di Indonesia telah menyediakan lamannya masing-masing untuk membantu masyarakatnya dalam memantau kasus-kasus virus corona di sebuah portal. Berikut adalah link yang dapat diakses pada masing-masing provinsi:

 

Tidak mudah menghadapi ini, koordinasi dan keterpaduan tetap menjadi jawaban hadapi pandemi. Masyarakat dan ASN di seluruh Indonesia dihimbau untuk tetap bekerjasama, tidak piknik, tidak mudik, tetap bekerja dan beribadah di rumah, melakukan social/physical distancing, sambil tetap memantau perkembangan penanganan covid-19 pada laman-laman resmi. Bersama kita bisa perangi Corona. (nug/ASDEP SPBE)